Jelang Pelunasan Bipih Calon Jemaah Haji Kab. Muba Diminta Segera Periksa Kesehatan

Sekayu, Humas

Calon Jamaah Haji Kabupaten Musi Banyuasin Mulai Mendatangi Kantor Kemenag untuk konfirmasi Keberangkatan dan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Senin (16/01)
Berdasarkan Informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, Jadwal pelunasan tahap satu dimulai tanggal 09 Januari sampai dengan 12 Februari 2024. Adapun besaran Bipih untuk Calon Jemaah Haji 2024 Kabupaten Musi Banyuasin yang termasuk Embarkasi sebesar Rp 53.943.134
Sebannyak 253 Orang Calon Jama’ah Reguler dan 10 Calon Jama’ah Lansiah Prioritas serta Jama’ah Cadangan Berjumlah 38 Orang Jama’ah Haji Kabupaten Musi Banyuasin yang diestimasikan akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci tahun 2024
Kepala Seksi PHU H. Muhammad Albarr, Lc, M.HI, menjelaskan bahwa terkait dengan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1445 H/2024 M sudah bisa dilunasi. Jemaah bisa melakukan pembayaran secara cash maupun dicicil.
Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Jama’ah Haji sebelum melakukan pelunasan tersebut. Salah satunya adalah istithaah kesehatan.
“Tahun ini, memenuhi syarat Istithaah Kesehatan menjadi salah satu persyaratan bagi Jama’ah yang masuk alokasi kuota keberangkatan untuk melunasi Bipih, istithaah kesehatan sangat penting karena untuk menjalani ibadah haji diperlukan fisik dan mental yang terukur. Sehingga Jama’ah haji bisa menjalankan ibadahnya sesuai tuntunan Agama Islam.” ujar Albarr
Istithaah kesehatan ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 83 Tahun 2024. Keputusan itu berisi tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembayaran Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Reguler Tahun 1445 Hijriyah/2024 Masehi.

Kemenag sudah membuka pelunasan Bipih tahap pertama sejak 10 Januari hingga 12 Februari 2024. Tahap ini ditujukan khusus untuk:
1. Jemaah haji yang masuk dalam alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan
2. Jemaah haji reguler yang merupakan lanjut usia dengan prioritas
3. Jemaah haji reguler yang merupakan cadangan

“mengimbau kepada Jemaah untuk segera melakukan pelunasan. Untuk itu, perlu segera melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Sebab, istithaah kesehatan haji mulai tahun ini menjadi syarat pelunasan, Besaran Bipih Jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya; penerbangan haji, akomodasi Makkah, sebagian biaya akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost), dan visa ” tukasnya.

Mekanisme Pelunasan
Jika syarat istithaah kesehatan sudah terpenuhi, Jemaah bisa melunasi Bipih. Berikut mekanisme pelunasannya untuk Jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota keberangkatan tahun ini.
1. Pembayaran Bipih oleh Jemaah haji dilakukan melalui Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih yang sama dengan setoran awal atau BPS Bipih pengganti
2. Pembayaran Bipih oleh Jemaah haji dihitung sebagai selisih antara besaran Bipih per embarkasi dengan setoran awal Bipih, serta menggunakan virtual account dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)
3. Setelah melakukan pembayaran Bipih, Jemaah haji diharapkan melaporkan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. (MI)